ANTOLOGI CERPEN PENEMBAK MISTERIUS KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS

Akhmad Sauqi Ahya, S.PdI. M.A

Abstract


Abstrak: Antologi cerpen Penembak Misterius merupakan karya SGA yang  diterbitkan pertama kali pada tahun 1993. Dalam kumpulan cerpen ini terdapat tiga bagian, bagian pertama adalah Penembak Misterius: Trilogi yaitu: (1) Keroncong Pembunuhan, (2) Bunyi Hujan di Atas Genting, dan (3)Grhhh!. Ketiga cerpen  tersebut disatukan dalam satu bab bukan tanpa arti melainkan ada benang merah dalam konteks lahirnya, dan bersifat kritis karena muatan di dalam Penembak Misterius: Trilogi ini mengkonstruksikan sebuah gugatan serta kritikan akan peristiwa yang dikenal dengan penembakan misterius (petrus) yang terjadi pada awal hingga pertengangan 1980an yang dibingkai dalam bentuk karya sastra.  
Penelitian ini merupakan kajian analisis wacana kritis dengan memanfaatkan teori Norman Fairclough model tiga dimensi, yaitu: (1) Dimensi Kebahasaan (2) Praktik Kewacanaan dan (3) Praktik Sosiokultural. Model tiga dimensi Norman Fairlough merupakan kesatuan yang integral tidak bisa dipisahakan. Teori ini didasarkan bahwa sebuah teks tidak lepas dari ideologi seorang penulis.
Penelitian yang berjudul Antologi Cerpen Penembak Misterius Karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian Analisis Wacana Kritis adalah penelitian kualitatif yang berorientasi pada analisis wacana kritis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif, karena melibatkan interpretasi peneliti dan berusaha mendeskripsikan makna suatu objek. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yakni data primer atau data pokok yang diperoleh dari wacana Penembak Misterius: Trilogi dan data skunder atau data tambahan yang diperoleh dari beberapa refrensi pendukung yang relavan dengan penelitian ini.
Simpulan penelitian ini adalah pada data dimensi kebahasaan yang mayoritas menggunakan metafora, sebuah nilai pengalaman yang merujuk pada ideologi SGA yang menenantang dan  mengkritik sistem pemerintahan Orba serta segala bentuk pelanggaran HAM. Pada praktik kewacanaan khususnya pada proses produksi teks, Penembak Misterius: Trilogi lahir dari sebuah obsesi SGA untuk menyuarakan gagasannya melalui wacana sastra. Selanjutnya pada praktik sosiokultural yang dominan adalah konteks sosial politik yakni sebuah sistem pemerintahan otoriter dengan beberapa kebijkannya absurd yang menjadikan Penembak Misterius: Trilogi berbeda dengan karya lain.
Abstract: The anthology short story of Penembak Misterius is the work of SGA first published in 1993. In this collection of short stories there are three parts, the first part is Penembak Misterius: Trilogi namely: (1) Keroncong Pembunuhan, (2) Bunyi Hujan di Atas Genting, dan (3) Grhhh!. The third short story put together in one chapter is not without meaning but has connection on the context of the outward, and has critical characteristic because the contents in Penembak Misterius: Trilogi reconstructs a lawsuit and criticism on Penembak Misterius (petrus) incident that occurred in the early to middle of 1980s which is framed in the form of literary work.
This research is a study of critical discourse analysis by utilizing the theory of Norman Fairclough three-dimensional models, namely: (1) Linguistic Dimension (2) Discourse Practice and (3) Sociocultural Practice. Three-dimension model of Norman
Fairclough it is an integral unit which is cannot be separated. This scalpel based that a text cannot getting loose from ideology of a writer.
The research, entitled The Anthology of short stories of Penembak Misterius Seno Gunira Ajidarma Works: Critical Discourse Analysis Study is qualitative research-oriented critical discourse analysis. The methods used in the research is qualitative-descriptive, because it involves the interpretation of the researchers and trying to describe the meaning of an object. While the data used in this research, there are two types of data namely primary data points or data retrieved from Penembak Misterius: Trilogi discourse and additional data or secondary data obtained from some references supporting relevant with this research.
The summary of this research is the discovery of data on the linguistic dimension of the majority is a metaphor expression a value of experience refers to the SGA’s ideology that against and criticize Orba Governmental system and all form of human right violations. On the practice of discourse, especially on the production of the text, Penembak Misterius: Trilogi was born from a SGA’s obsession for express his idea. Next on sociocultural practice of the dominant socio-political context is an authoritarian system of government with several absurd policies that makes Penembak Misterius: Trilogi different with other works

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32682/sastranesia.v1i1.210

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Journal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia



Diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  STKIP PGRI Jombang

Jl. Pattimura III/20, Jombang, Jawa Timur, Indonesia

Saat ini, Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia is telah diindeks oleh:

  
     
     
     
     
     
Dedicated to:


Flag Counter

 

View My Stats

Website Resmi STKIP PGRI Jombang http://stkipjb.ac.id/